Oleh : M. Roislu Basyar
FISIP/ADM NEGARA
UNIV 17 AGUSTUS 1945 SURABAYA
Seringkali kita dengar peserta didik , siswa siswi , mahasiswa indonesia yang memperoleh penghargaan di tingkat internasional , Hal ini menunjukkan kemajuan pada tingkat pengajaran pendidikan di indonesia. Maka keraguan akan kwaliatas pengajaran kita sudah tidak perlu terlalu menjadi maslah utama.
Namun alangkah mirisnya kita ketika melihat berbagai media yang menyiarkan berita tantang berbagai tindakan pelajar kita yang tidak sesuai dengan nilai – nilai bangsa ini, sebagai contoh terjadinya tawuran antar pelajar, pelajar yang hamil di usia sekolah , pelajar yang melakukan kekerasan seksual dan banyak lagi yang selalu menghiasi berbagai media kita. Berangkat dari berbagai permasalahn ini tentunya akan terlihat bahwa disini terjadi sebuah krisis moral bukan lagi krisis ilmu pengetahuan . maka tentunya dari berbagai permasalahn ini pastinya dunia pendidikan kita yang akan menjadi sorotan utama . maka dalam hal ini kita akan mulai mencari akar permaslahannya, sesuai dengan teori proses dimana input dan proses akan mempengaruhi outpunya juga.
Dalam dunia pendidikan di indonesia terjadi suatu pandangan dimana pendidikan berhasil ketika otaknya berhasil di kembangkan sehingga prestasi dalam memaksimalkan otak merupakan prestasi yang memang benar benar membangggakan ,sebagai contoh menang dalam olimpiade sains internasional tentunya menjadi cita cita semua pengajar di indonesia untuk anak didiknya.sehingga anak didik cenderung di lupakan dalam pengembangan wataknya . padalal pendidikan bukanlah otak saja yang menjadi fokusnya tapi juga watak dari peserta didik yang juga harus bisa di arahkan agar tidak terjadi sebuah krisis moral dimana semua hanya memaksimalkan fungsi otaknya hingga merubah wataknya menjadi tidaklagi berpegang teguh pada nilai – nilai bangsa ini . hal ini tentunya tidak kita harapkan terjadi pada bangsa ini maka di perlukannya metode pembelajaran yang mengajar dan mendidik .
Metode ini sebenarnya sudah ada ,namun seringkali dilupakan oleh para pendidik di indonesia , pembelajaran yang mengajar maksudnya pembelajaran dalam akademik yang subtansinya diperoleh pemahaman akan akademik tersebut. Sedangkan pembelajaran yang mendidik ialah pembelajaran yang mendidik peserta didik agar wataknya bisa terbentuk sesui dengn nilai – nilai bangsa ini , maka itu ada pendidikan agama , pendidikan pancasila dan bimbingan konseling, namun seiring berjalannya waktu subtansi yang di harapkan tersebut mulai hanya mengarah pada pemahaman teori dan tidak penerapan secara empirik padah teori dan emprik merupakan unsur – unsur yang bisa saling bersinergi dalam mendidik peserta didik sesui dengan out put yang di hasilkan yakni pemahaman secara teori dan penerapan secara nyata.
Maka dalam pengembangannya agar kurikulum tidak melupakan metode mengajar dan mendidik , agar tercipta generasi yang baik otaknya dan baik wataknya . hal itu bisa kita lihat di negara maju seperti jepang dimana nilai bangsa tersebut yang terkenal selalu di tanamkan dengan kepemilikan hargadiri yang tinggi sehinnga tidak jarang kita lihat banyak pejabat – pejabatnya yang melakuan sebuah kesalahan sedikit langsung memundurkan diri sebagai bentuk hukuman pada diri sendiri. Sangat berbeda dengan negara kita yang selalu ingin mempertahankan kekuasaannya biarpun sudah terbukti bersalah . namun memang nilai nilai dari bangsa jepang tidak bisa serta merta kita pakai di indonesia ini, karena berbagai faktor termasuk budaya. Namun indonesia sudah memiliki idiologi pancasila yang juga sebagi sumber filsafat bangsa ini karena di dalmmnya telah terkandung nilai nilai luhur bangsa dan cita cita bangsa indonesia , maka perlunya pemahaman pada pembelajaran pancasiala secara teori dan empirik . karena keduanya merupakan hal yang tidakbisa di pisahkan.
Pembelajaran yang mengajar dan mendidik handanya di perhatikan oleh setiap guru maupun dosen agar tidak memisahkan ilmu itu sendiri dengan moral karena keduanya memiliki keterkaitan dalam hasil outputnya yang di peroleh . maka perlunya juga pengembangan watak nilai nilai bangsa yang sudah terkandung dalam pancasila untuk di terpkan dalam metode pengajaran ,agar diperoleh pesersta didik yang berkwalitas secara pemikiran dan watak yang baik.

0 komentar:
Posting Komentar