Jika kita lihat gaya hidup mahasiswa saat ini, mungkin banyak hal yang membuat ku pesimis, dan tidak yakin bahwa mahasiswa saat ini bisa mewujudkan kebangkitan nasional. Jika kita lihat sejarah, peraan mahasisiwa sangatlah penting, sebagai aigen of chang, control sosial dan lain-lain. Tapi kini mahasiswa telah terjerumus oleh sistem yang sengaja dibuat oleh dunia kapital, untuk melemahkan peran mahasisiwa dikalangan masyarakat. Mahasisiwa hanya dituntut untuk belajar dan belajar untuk meraih nilai yang baik, bukan hanya itu mahasisiwa juga dilemahkan dari berbagai sektor .
Gaya hidup mahasiswa yang lebih instan, bermewah-mewahan dan cenderung individualis dalam menjalani kehidupannya, dan tidak bisa dipungkiri jika generasi mahasiswa saat ini lebih bertolak ukur pada materialis, bukan pada nilai-nilai sosial. Dan tidak bisa dipungkiri jika virus tersebut juga menjalar kekampus UNTAG, banyak temen-temen mahasiswa yang semakin lupa, bahkan melupakan tugas-tugasnya sebagai mahasiswa. hilangnya semangat baca, diskusi, penelitian, pengabdian dan berorganisasi, apalagi dalam organisasi yang cenderung kearah sosial. Sebutan mahasiswa hanya sebagai formalitas dan peningkatan status sosial saja, yang diinginkan hanya Ijazah sebagai modal dalam mencari kerja. Mahasiswa saat ini jauh dari harapan pendidikan nasional, dimana mahasiswa sebagai kaum terdidik yang seharusnya mengerti dan berupaya untuk menciptakan kesejahtraan sosial terhadap bangsanya. Tapi kini mahasiswa telah keblinger dan menjadi manusia yang individualis tanpa memikirkan kebahagian dan kesejahtraan bangsanya melaikan memikirkan kebahagiannya sendiri.
Kemaren saya mengajukan 5 pertanyaan kepada 10 temen kampus, pertanyaan pertama, Apa yang kamu ketahui tenteng hari pendidikan nasional?? 7 temen dari 10 orang bilang tidak tahu. Dan kemudian aku bertanya lagi, Siapa Bapak Pendidikan Nasional?? 4 temen menjawab Ir.Soekarno, 3 temen menjawab R.A Kartini dan hanya 3 temen yang menjawab Khi Hajar Dewantara. Pertanyaan ke 3 yakni bagaimana tanggapan kalian tentang sistem pendidikan di indonesia?? Hanya ada 4 temen yang menjawab harus ada perbaikan dan pemerataan pendidikan diindonesia, dan yang lainnya hanya berdiam dan tersenyum seperti orang bisu. Di pertanyaan selanjutnya saya sengaja untuk keluar dari kontek pendidikan nasional dan lebih kearah kebangkitan nasional. Bagaimana peran mahasiswa dalam mewujudkan kebagkitan nasional?? Lagi-lagi hanya 4 temen saja yang menjawab, peran mahasisiwa sanggat penting karena mahasiswa adalah orang-orang yang terdidik dan memiliki gelar sarjana, jadi ketika mahasiswa telah lulus dari kuliahnya dan kembali kekampung dengan gelar sarjana, maka secara otomatis orang tersebut sanggat dibutuhkan oleh masyarakat karena orang tersebut memiliki tingkat pendidikan yang lebih tinggi (sarjana). Pertanyaan terakhir, bagaimana konstribusi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya sebagai kampus merah putih dalam dunia pendidikan untuk mewujudkan kebangkitan nasional?? 8 temen menjawab kontribusi Universitas sangat besar yakni dalam mengembangkan pendidikan dan dari pendidikan tersebut akan memunculkan sosok pemimpin baru yang diharapkan bisa mewujudkan kebangkitan nasional. Dan 2 temen menambahkan tapi untuk saat ini peran Universitas sangatlah kurang, lihat saja sekarang budaya baca buku, diskusi, penelitian, berorganisasi dan pengamdian semakin hilang bahkan hanya tinggal sebagian kecil dari temen-temen yang masih akatif melakukannya, sedangkan dari pihak Universitas kurang mensuport temen-temen mahasiswa untuk mengembangkan budaya baca buku, diskusi, penelitian dan berorganisasi. Temen-temen sekarang lebih aktif dalam pembuatan acara-acara yang kurang menyentuh nilai-nilai pendidikan misalnya acara dancer, perlombaan modeling dan semacanya. Jadi menurut aku peran Universitas belum cukup atau kurang jika kita bicara tentang mewujudkan kebangkitan nasional. (Mail_Jitu)
0 komentar:
Posting Komentar